Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 60All time: 115185

Ayoo bakar kemenyan !

Bolanger Notes » Ayoo bakar kemenyan !

  • Pohon Keramat
    Pohon Keramat
  • Pohon angker
    Pohon angker

Berawal dari posting seorang temen di medsos yang menampilkan photo sebuah pohon gede, disitu dia menulis bahwasanya jika pohon tersebut ada di indonesia, maka hal mistis dan mitos akan sangat lekat menjadi atributnya.

Yup secara kultur dan budaya, kebanyakan orang indonesia masih terikat dengan hal-hal yang berbau mitos dan mistis, pun untuk sebuah pohon besar yang terlihat mencolok beda, dibanding pohon kebanyakan disekitarnya.

Itu pula ritual iseng sering aku lakukan ketika mblakrak, blusukan ke dalam hutan dan ketinggian gunung, membakar kemenyan mengkeramatkan pohon ! yup mengkeramatkan pohon, membuat kesan mereka angker dan untouchable oleh tangan jahil yang setiap saat memusnahkannya.

Hampir disetiap tempat selalu ada tanaman, batu, atau benda lain yang dikeramatkan, dan akhirnya mendapat perlakuan khusus, dipelihara, dan dijaga, dihormati dan dihalangi dari usaha-usaha merusaknya, begitu mudah kita menemukannya disekitar kita.

Tapi tak jarang juga kita menemukan coretan-coretan di dinding sebuah bangunan bersejarah yang seharusnya terlihat kokoh dan bersahaja, sayatan-sayatan dan corat-coret pada sebuah pohon yang seharusnya terlihat teduh melindungi dan gagah, pada prasasti, pada monumen, dinding goa, bahkan dimanapun.

Perlakuan seperti itu, tidak akan pernah dilakukan jika hukum, sanksi, dan pengawasan serta implementasinya benar-benar berjalan dengan semestinya, keberanian seseorang untuk merusak benda bersejarah dan unik itu selain dari penyakit yang diderita secara pemahaman dan psikologi, tentunya karena tidak adanya apapun yang membuatnya takut untuk melakukannya, baik itu aturan ataupun hukum.

Fakta semakin panasnya suhu global, kenyataan bahwa penjarah hutan masih tekun berkarya dengan aman, dan banyaknya bencana alam karena perlakuan negatif manusia, merupakan bukti bahwa Indonesia sedang berada di kondisi yang memprihatinkan.

Pohon Keramat

Yup secara khusus aku ingin menuliskan tentang pohon yang merupakan bagian terkecil dari hutan dan hutan yang merupahan bagian dari kelangsungan hidup kita yang masih bernafas dengan udara.

Mungkin Indonesia lah negara yang begitu memperlakukan pohon dengan sebegitu “manusiawi” dimana pohon secara mistis dihormati dengan begitu yakin, tetapi begitupun juga, mungkin Indonesialah negara yang mengalami kerusakan hutan terparah, dan penyusutan jumlah pohon tercepat secara prosentase didunia ini, ironi sangat.

Bolehlah untuk menyalahkan oknum dan ketidaktegasan hukum dalam melindungi pohon, tetapi selalu ada cara yang lebih nyata daripada sekedar menggerutu dan mencaci maki mereka, yaitu dengan membakar kemenyan! Lho!?

Bakar kemenyan

Apa yang kamu pikirkan ketika melihat sebuah pohon yang padanya ada sebuah dupa terbakar menebar wangi yang menyengat? Apa yang kamu tebak dengan keberadaan kemenyan pada pohon tersebut?

Yup sebagian besar orang Indonesia, akan memilih untuk tidak berlama-lama disana, sebisa mungkin menghindari, dan bahkan berfikir banyak kali untuk merusak atau menebangnya, yang artinya pohon itu lebih mempunyai peluang hidup lebih lama dibanding pohon lain disekitarnya yang tanpa kemenyan dan sajen.

Yup bukan tentang keyakinan, penyembahan, ataupun agama, tetapi itu murni tentang bagaimana membuat sebuah pohon terhindar dari jarahan tangan jahat yang merusaknya.

Intinya ketika kita membuat sebuah nuansa mistis untuk sebuah pohon, maka sangat mungkin tidak hanya pohon tersebut saja yang terlindungi oleh mitos dan mistis, tetapi juga lingkungan sekitarnya.

Nah ketika nyali, waktu, dan potensimu tidak cukup untuk jadi superhero yang memburu para pelaku perusakan alam, maka membakar kemenyan dan menciptakan nuansa mistis pada sebuah pohon bisa menjadi satu pilihan yang terbukti efektip memperpanjang umurnya.

Nah ada beberapa tips lagi selain dengan membakar kemenyan, diantaranya adalah;

Membungkus dengan kain putih

Ketika jungle trekking, mungkin kain putih adalah barang paling ringan dibawa, dan tentu mudah untuk mengaplikasikannya.

Cukup dengan membungkus batu, atau pohon tersebut, lalu bersihkan semak disekitarannya, maka nuansa mistis akan langsung berasa, siapapun akan berfikir lebih untuk mendekati, atau bahkan merusaknya, karena pohon atau batu yang terbungkus kain putih, sudah mainstream bahwa itu angker, keramat, dan tidak boleh sembarangan memperlakukannya.

So ... yakinlah, pohon atau batu dalam hutan yang terbungkus kain putih, akan lebih panjang umur, karena terlindungi oleh mitos dan mistis

Menempelkan papan tulisan

Kalimat “ ditempat ini, jangan bicara sembarangn” atau “ dilarang bicara sembarangan” atau sebagainya merupakan kalimat sakti yang bisa meredam sikap siapapun yang membacanya untuk berbuat jahat terhadap lingkungan sekitarnya.

Terlebih jika dilengkapi dengan aksesories pendukung seperti balutan kain putih, “bundelan daun” dan batu yang tersusun layaknya sebuah situs, maka nuansa mistis dan angker akan segera terbentuk.

Menyusun batu

Dengan menyusun batu sedemikan rupa, bisa menghadirkan nuansa mistis tersendiri, sepasang batu menyerupai posisi nisan, susunan yang menyerupai punden, juga kombinasi yang membentuk karakter huruf tertentu juga menjadi symbol keangkeran suatu tempat, symbol yang memaksa siapapun berfikir dua kali untuk berbuat rusak disekitar tempat yang disana terdapat tanda susunan batu tersebut.

Menaburkan bunga

Bersihkan semak dan belukar disekitar pohon, lalu tebarkan bunga melati, mawar, bunga kamboja, atau bunga kantil, akan membuat seseorang berfikir bahwa pohon yang dengan taburan bunga tersebut adalah pohon yang tidak biasa atau keramat.

Ada banyak pemahaman mistis yang melibatkan bunga sebagai medianya, oleh karenanya ketika disekitar pohon besar, ada ruang bersih dan disana ada taburan bunga, maka segeralah seseorang yang melhatnya akan mlipir menjauh, artinya pohon tak tersentuh dan tetap bertahan hidup.

Membakar dupa / kemenyan

Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah efek lain dari adanya bara / api diantrara semak yang sangat mungkin mengakibatkan kebakaran, sehingga harus dipastikan bahwa penempatan dan proses pembakaran dupa aman dari angin,aman dari daun kering atau media lain yang mudah terbakar.

Bersihkan ruang dari semak dan daun kering, pastikan terlindungi dari tiupan angin, mudah terlihat oleh siapapun yang melewati, lalu tunggulah dupa itu sampai benar-benar mati.

Bekas pembakaran dupa yang berupa cawan keramik, akan membahasakan pada siapapun yang melihatnya untuk berhati-hati dan menahan diri dari niatan buruk berbuat kerusakan pada pohon dan lingkungan dimana dupa itu berada.

Yup itulah beberapa “cara mistis” yang mungkin hanya iseng gokil-gokilan tetapi sangat mempengaruhi pikiran seseorang untuk mengurungkan niat merusak alam.

Kamu punya aksi dan ide lain?

Salam
cireboner.com

 

Facebook
PRchecker.info